Informasi Lengkap Tentang Obat Amoxicillin
Amoxicillin adalah salah satu antibiotik yang paling umum digunakan dalam pengobatan berbagai jenis infeksi bakteri. Obat ini termasuk dalam golongan penisilin dan bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri berbahaya di dalam tubuh. Namun, penting untuk diketahui bahwa amoxicillin tidak efektif dalam mengatasi infeksi virus seperti flu atau infeksi lainnya yang disebabkan oleh virus.
Jenis Infeksi yang Dapat Diatasi oleh Amoxicillin
Amoxicillin digunakan untuk mengobati berbagai jenis infeksi bakteri, antara lain:
- Pneumonia: Amoxicillin membantu meredakan gejala seperti batuk, demam, dan sesak napas akibat infeksi bakteri
Streptococcus pneumoniae. - Abses Gigi: Obat ini efektif dalam mengatasi infeksi bakteri penyebab abses gigi, seperti
Staphylococcus aureus dan
Streptococcus mutans. - Tukak Lambung Akibat Infeksi Helicobacter pylori: Dalam terapi kombinasi, amoxicillin membantu membasmi bakteri penyebab luka di dinding lambung dan duodenum.
- Penyakit Lyme: Pada tahap awal, amoxicillin membantu mencegah komplikasi serius seperti gangguan neurologis dan radang sendi.
- Meningitis Bakteri: Amoxicillin digunakan untuk menghambat pertumbuhan bakteri penyebab meningitis, membantu meredakan peradangan, serta mencegah komplikasi serius seperti kerusakan otak atau gangguan saraf.
Efektivitas Amoxicillin Berdasarkan Studi Ilmiah
Sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh Clinical Microbiology and Infection menunjukkan bahwa amoxicillin tidak banyak mempercepat penyembuhan bagi kebanyakan pasien dengan infeksi saluran pernapasan bawah (LRTI), baik yang disebabkan oleh bakteri maupun virus. Namun, pada pasien dengan infeksi campuran (bakteri dan virus), amoxicillin membantu mencegah kondisi mereka menjadi lebih parah.
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa penggunaan antibiotik seperti amoksisilin mungkin hanya diperlukan dalam kasus tertentu, bukan untuk semua orang dengan infeksi pernapasan. Oleh karena itu, penting untuk konsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat ini.
Fakta Penting tentang Amoxicillin
- Amoxicillin adalah salah satu antibiotik paling umum digunakan di dunia untuk mengobati berbagai infeksi bakteri.
- Untuk meningkatkan efektivitasnya terhadap bakteri yang resisten, amoxicillin sering dikombinasikan dengan asam klavulanat, seperti dalam obat Augmentin.
- Amoxicillin termasuk antibiotik yang dianggap aman untuk dikonsumsi ibu hamil jika diresepkan oleh dokter.
Peringatan Sebelum Menggunakan Amoxicillin
Sebelum menggunakan amoxicillin, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Pastikan tubuh tidak memiliki riwayat alergi terhadap amoxicillin atau penisilin, serta obat-obatan lainnya.
- Beri tahu dokter jika kamu mengidap asma, penyakit hati, gangguan pembekuan darah, dan penyakit ginjal.
- Beri tahu dokter jika kamu baru saja menerima atau baru akan menerima vaksin jenis apapun.
- Beri tahu dokter jika kamu sedang mengonsumsi obat-obatan lainnya, termasuk obat herbal dan suplemen.
- Beri tahu dokter jika kamu sedang hamil, menyusui, atau sedang menjalani program hamil.
Merek Dagang Amoxicillin yang Tersedia di Pasaran
Berikut ini sejumlah merek dagang obat amoxicillin yang bisa kamu temukan di pasaran:
- Amoxicillin Dry Sirup 250 mg/5 ml 60 ml: Digunakan untuk mengatasi infeksi akibat bakteri yang peka seperti Staphylococcus, E coli, Streptococcus Pneumonia, serta Streptococcus Faecalis.
- Amoxicillin 500 mg 10 Tablet: Bisa bantu mengatasi infeksi kulit, pernapasan, serta genitourinari.
- Opimox 500 mg 10 Kaplet: Mengandung amoxicillin untuk mengatasi infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi saluran pernapasan, serta infeksi saluran genitourinaria.
- Yusimox 500 mg 10 Kaplet: Digunakan untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri gram positif dan gram negatif yang peka terhadap amoxicillin.
- Lauramox Forte 500mg 10 Kaplet: Antibiotik dengan kandungan amoxicillin yang bisa digunakan untuk infeksi akibat bakteri seperti Staphylococcus, E. coli, Streptococcus Pneumonia, serta Streptococcus Faecalis, P.mirabilia dan N. Gonorrhea.
Dosis yang Direkomendasikan untuk Berbagai Kondisi
Dosis amoxicillin tergantung pada kondisi medis yang dihadapi dan berat badan pasien:
- Penyakit Pneumonia:
- Dewasa dan anak dengan BB di atas 40 kg: 500-1.000 mg tiap 8 jam.
- Anak dengan BB di bawah 40 kg: 20-90 mg/kg BB per hari, dengan dosis terbagi.
- Penyakit Lyme:
- Dewasa dan anak dengan BB di atas 40 kg: 500-1.000 mg tiap 8 jam selama 14 hari.
- Anak dengan BB di bawah 40 kg: 25-50 mg/kg tiap hari dalam 3 dosis terbagi, digunakan selama 10-21 hari.
- Abses Gigi:
- Dewasa: 750-2.000 mg tiap 8 jam.
- Anak 1-3 bulan: 20-150 mg/kg BB setiap hari, diberikan dalam 3 dosis terbagi sama rata hingga 25 mg/kg BB.
- Anak di atas usia 3 bulan dengan BB di bawah 40 kg: 20-200 mg/kg BB setiap hari, diberi dalam 2-4 dosis terbagi sama rata hingga 25 mg/kg BB.
- Tukak Lambung:
- Dewasa: 750-1.000 mg, dua kali sehari selama 7-14 hari. Biasanya obat ini dikombinasikan dengan jenis obat lain seperti PPI (omeprazole, lansoprazole) serta antibiotik (klaritromisin, metronidazol).
Tips Penggunaan Amoxicillin yang Benar
Agar obat bekerja efektif di dalam tubuh, kamu perlu memperhatikan cara penggunaan amoxicillin berikut ini:
- Amoxicillin bisa diminum sebelum atau sesudah makan. Namun untuk mencegah timbulnya rasa tidak nyaman di lambung pada individu yang memiliki riwayat gangguan lambung, disarankan konsumsi nya setelah makan.
- Pastikan kamu mengonsumsi obat ini sesuai aturan dokter, jangan menambah atau mengurangi dosis sendiri karena berisiko mengganggu kerja obat di dalam tubuh.
- Amoxicillin tablet, diminum dengan cara ditelan langsung dengan segelas air. Hindari mengunyah atau menghancurkan obat.
- Amoxicillin cair bisa diberikan untuk anak-anak atau orang dewasa yang mengalami kesulitan dalam menelan obat kapsul. Gunakan sendok takar yang disediakan dalam kemasan, saat mengambil obat ini agar dosisnya pas.
- Jika kamu lupa mengonsumsi obat ini sesuai jadwal, minumlah dosis selanjutnya dan jangan minum dosis yang sudah terlewat.
Cara Menyimpan Amoxicillin dengan Benar
Agar amoxicillin tetap efektif dan aman digunakan, penting untuk menyimpannya dengan benar. Berikut cara menyimpannya:
- Amoxicillin harus disimpan pada suhu ruangan, antara 15° hingga 30° Celsius.
- Hindari menyimpan obat di tempat yang lembab, seperti di kamar mandi, karena kelembaban dapat merusak obat.
- Jangan menyimpan amoxicillin di tempat yang terkena panas langsung, seperti di dekat jendela yang terpapar sinar matahari atau di dalam mobil yang dapat mengalami suhu tinggi.
- Amoxicillin harus disimpan dalam kemasan aslinya, baik tablet, kapsul, atau suspensi cair, untuk menghindari paparan udara dan kelembaban yang dapat merusak obat.
- Amoxicillin harus disimpan di tempat yang aman, dan tidak terjangkau oleh anak-anak untuk menghindari risiko konsumsi yang tidak tepat.
- Pastikan untuk memeriksa tanggal kedaluwarsa sebelum mengonsumsi obat tersebut.
Efek Samping yang Umum Terjadi
Seperti obat lain pada umumnya, penggunaan amoxicillin juga berisiko menyebabkan efek samping, meski tidak semua orang mengalaminya. Berikut ini beberapa efek samping yang umum dan perlu diwaspadai saat mengonsumsi amoxicillin:
- Efek samping umum: Rasa tidak nyaman di perut seperti mual, hingga diare.
- Efek samping serius: Muncul ruam dan memar di kulit, nyeri otot dan sendi, bagian mata menguning, urine berwarna gelap, serta diare yang disertai dengan darah atau lendir.
Interaksi dengan Obat Lain
Ada beberapa obat yang tidak cocok atau menimbulkan interaksi di dalam tubuh jika dikonsumsi bersamaan dengan amoxicillin, antara lain:
- Metotreksat, obat yang digunakan untuk mengatasi radang sendi dan psoriasis.
- Warfarin, obat yang digunakan untuk mencegah pembekuan darah.
- Probenesid dan allopurinol, obat yang digunakan untuk asam urat.
- Antibiotik jenis lainnya.
Kontraindikasi Penggunaan Amoxicillin
Hindari penggunaan obat amoxicillin jika kamu memiliki hipersensitif terhadap kandungan obat amoxicillin atau golongan penisillin lainnya. Selain itu, hindari mengonsumsi obat ini jika kamu mengidap mononukleosis atau penyakit menular yang dikenal dengan sebutan “the kissing disease”.
Konsultasi dengan Dokter Sebelum Menggunakan Amoxicillin
Amoxicillin tidak boleh dikonsumsi sembarangan dan hanya bisa diresepkan dokter. Jika kamu butuh informasi lebih dalam, hubungi dan konsultasi dengan dokter di Halodoc. Tujuannya agar kamu mendapatkan dosis yang tepat dan mencegah efek samping.
Dokter di Halodoc telah berpengalaman serta mendapatkan penilaian baik dari pasien yang sebelumnya mereka tangani. Berikut dokter di Halodoc yang bisa kamu hubungi:
- dr. Bendy Dwi Irawan
- dr. Rama Dani Putra
- dr. Nuriati Harahap
Itulah beberapa dokter yang bisa dihubungi sebelum kamu menggunakan amoxicillin. Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia selama 24 jam di Halodoc sehingga kamu bisa lakukan konsultasi dari mana saja dan kapan saja. Namun, jika dokter sedang tidak tersedia atau offline, kamu tetap bisa membuat janji konsultasi melalui aplikasi Halodoc.
Pembelian Obat Amoxicillin
Sekarang pembelian obat amoxicillin bisa dilakukan dengan mudah melalui Toko kesehatan Halodoc. Tapi sebelum membelinya, pastikan kamu sudah melakukan konsultasi ke dokter, ya. Sebab obat ini masuk dalam golongan antibiotik, yang penggunaannya harus dengan resep dokter.












